Sejarah

Sejarah pendirian Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) sejak tahun 2007 ketika dipicu dengan keluarnya PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP),  Pengurus Yayasan Universitas Katolik Parahyangan membentuk Tim Inti Implementasi Penjaminan Mutu UNPAR berdasarkan Keputusan Nomor II/2006-06/014-SK tertanggal 1 Juni 2006. Tugas Tim antara lain membangun sistem penjaminan mutu UNPAR yang berstandar internasional, menyusun kebijaksanaan, pedoman pelaksanaan, manual, dokumen dan mekanisme implementasi penjaminan mutu untuk universitas, dan melakukan sosialisasi di seluruh tingkatan di lingkungan universitas.

Pada bulan Oktober 2007 dihasilkan Buku I mengenai Garis Besar Kebijakan Sistem Penjaminan Mutu UNPAR dan Buku II tentang Manual Sistem Penjaminan Mutu UNPAR. Buku III tentang Standar Sistem Penjaminan UNPAR diselesaikan pada bulan September 2008, yang memuat 17 standar dan 136 standar turunan. Standar ini melampaui Standar Nasional Pendidikan yang dimuat dalam PP No. 19 Tahun 2005.

Hasil dari implementasi SPMI UNPAR ini antara lain adalah dicapainya Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) UNPAR dengan peringkat Baik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada bulan April 2008. Selain itu UNPAR juga memperoleh Piagam Penghargaan Nomor 3512/D/T/2008 dari Ditjen Dikti atas keberhasilan implementasi SPMI di bulan Oktober 2008.

Pada bulan Januari 2011 didirikan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNPAR yang diketuai oleh Prof. Robertus Wahyudi Triweko, PhD (kemudian menjabat sebagai Rektor UNPAR 2011-2015) yang kemudian dilanjutkan oleh Prof. Bambang Suryoatmono, PhD (kemudian menjadi anggota Majelis Akreditasi BAN-PT). Pembentukan ini sesuai dengan Permenristekdikti Nomor 62 Tahun 2016 Pasal 8 ayat (4) yang mewajibkan Perguruan Tinggi untuk memiliki Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dengan membentuk unit penjaminan mutu serta mengintegrasikan SPMI pada manajemen PT. Dalam sistem tata kelola UNPAR, keberadaan lembaga ini tercantum pula dalam Buku I SPM-UNPAR tentang Pengorganisasian SPM-UNPAR. Adapun aturan-aturan yang digunakan sebagai acuan untuk melakukan audit internal adalah sebagai berikut:

  1. UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
  2. Permenristekdikti Nomor 62 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi;
  3. Peraturan Pengurus Yayasan UNPAR Nomor 10 Tahun 2013 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kelola UNPAR; serta
  4. Peraturan Pengurus Yayasan UNPAR Nomor 6 Tahun 2017 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kelola UNPAR.

Keberadaan LPM ini sejalan dengan amanat dari Undang-undang No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang menyatakan bahwa Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dilakukan melalui Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian dan Peningkatan Standar Pendidikan Tinggi.  Struktur organisasi LPM pada saat itu meliputi Kepala LPM, Kepala Divisi Monitoring, Evaluasi dan Audit, Kepala Divisi Akreditasi dan Sertifikasi, Kepala Divisi Data dan Informasi, dan Sekretariat.

Standar SPMI UNPAR terbagi habis ke dalam 17 standar dan 136 standar turunan sebagai berikut:

  1. A Standar Identitas (A1 – A7)
  2. B Standar Isi (B1 – B10)
  3. C Standar Pendidik (Dosen) (C1 – C9)
  4. D Standar Tenaga Kependidikan (Nondosen) (D1 – D9)
  5. E Standar Mahasiswa dan Kemahasiswaan (E1 – E8)
  6. F Standar Proses Pembelajaran (F1 – F9)
  7. G Standar Penilaian Pendidikan (G1 – G4)
  8. H Standar Lulusan (H1 – H7)
  9. I Standar Penelitian Ilmiah (I1 – I7)
  10. J Standar Publikasi Karya Ilmiah (J1 – J5)
  11. K Standar Pengabdian Kepada Masyarakat (K1 – K5)
  12. L Standar Prasarana dan Sarana (L1 – L18)
  13. M Standar Pembiayaan (M1 – M8)
  14. N Standar Kesejahteraan (N1 – N5)
  15. O Standar Kerjasama (O1 – O7)
  16. P Standar Sistem Informasi dan Komunikasi (P1 – P7)
  17. Q Standar Pengelolaan (Q1 – Q11)

Pemetaan antara SPMI UNPAR dengan SNP diberikan pada tabel berikut:

SNP (PP No 19 Tahun 2005) SPMI Unpar
Standar Isi Standar B
Standar Proses Standar F
Standar Kompetensi Lulusan Standar H
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar C, D
Standar Sarana dan Prasarana Standar L
Standar Pengelolaan Standar Q
Standar Pembiayaan Standar M
Standar Penilaian Pendidikan Standar G

Terdapat 8 standar di SPMI UNPAR yang tidak ada di dalam SNP, dan ini adalah standar yang melampaui SNP. Kedelapan standar tersebut adalah:

  • Standar Identitas (A)
  • Standar Mahasiswa dan Kemahasiswaan (E)
  • Standar Penelitian Ilmiah (I)
  • Standar Publikasi Karya Ilmiah (J)
  • Standar Pengabdian Kepada Masyarakat (K)
  • Standar Kesejahteraan (N)
  • Standar Kerjasama (O)
  • Standar Sistem Informasi dan Komunikasi (P)

Pelaksanaan sistem audit internal secara berkelanjutan dilaksanakan di UNPAR melalui Audit Mutu Internal (AMI). Hal ini sesuai dengan Pasal 10 dari Peraturan Pengurus Yayasan UNPAR Nomor 10 Tahun 2013 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kelola UNPAR yang mengatur dua tugas Kepala Lembaga Penjaminan Mutu, yaitu:

  1. Memimpin sosialisasi, koordinasi dan pemantauan proses Audit Mutu Internal yang bertujuan untuk menjamin pemenuhan standar di dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) universitas; serta
  2. Memimpin pengembangan instrumen monitoring, evaluasi, dan Audit Mutu Internal sebagai bagian dari SPMI universitas;

Pelaksanaan AMI di UNPAR sejalan dengan Permenristekdikti Nomor 62 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi yang mengatakan bahwa evaluasi pelaksanaan Standar Pendidikan Tinggi dilakukan melalui audit mutu internal. Dengan demikian, UNPAR secara konsisten berupaya melaksanakan berbagai hal untuk memperkuat LPM serta menyempurnakan pelaksanaan AMI, yaitu di antaranya adalah:

  1. UNPAR memiliki dan terus-menerus memperbaharui kriteria dan instrumen audit internal di bawah koordinasi Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNPAR;
  2. Instrumen yang telah dikembangkan digunakan secara periodik untuk mengukur kinerja unit-unit baik akademik maupun nonakademik di UNPAR lewat mekanisme Audit Mutu Internal (AMI);
  3. Hasil AMI dilaporkan oleh LPM kepada rektor, sehingga dapat digunakan untuk melakukan perbaikan terhadap kekurangan yang terjadi;
  4. Diseminasi hasil AMI dilakukan lewat Sistem Informasi Audit Mutu Internal (SIAMI) yang dapat diakses oleh setiap unit yang telah diaudit.

Kegiatan AMI yang dilakukan oleh LPM UNPAR secara periodik setiap tahun didukung dengan prosedur pelaksanaan AMI. Garis besar prosedur tersebut adalah sebagai berikut:

  1. LPM mempersiapkan instrumen AMI dan panduan pelaksanaan AMI;
  2. LPM melakukan sosialisasi AMI kepada setiap unit akademik/ nonakademik dan mengumumkan jadwal AMI;
  3. LPM merekrut dan melatih auditor internal dan mengusulkan surat pengangkatan auditor internal kepada Rektor;
  4. Rektor mengangkat auditor internal;
  5. LPM menugaskan auditor internal untuk mengaudit unit kerja auditee;
  6. Auditee melakukan pengisian instrumen AMI dan menyerahkan ke LPM;
  7. Auditor internal melakukan kunjungan audit ke unit yang ditugaskan;
  8. Auditor internal melaporkan hasil audit kepada LPM;
  9. LPM melaporkan seluruh hasil AMI kepada rektorat;
  10. Rektorat melakukan tindak lanjut hasil AMI.

Untuk mendukung sistem audit internal tersebut, UNPAR telah memiliki instrumen yang dipergunakan secara konsisten. LPM mengembangkan instrumen Audit Mutu Internal yang diperbarui secara berkala sesuai dengan perubahan standar dan aturan yang berlaku.

Pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) pada awalnya (2012) dikhususkan untuk bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Audit di bidang akademik dan kemahasiswaan ini mencakup 5 (lima) kelompok Standar SPMI UNPAR, yaitu Standar Kurikulum, Standar Kemahasiswaan, Standar Proses Pembelajaran, Standar Penilaian, dan Standar Lulusan. Sebagai kelanjutan pelaksanaan AMI, maka LPM pada tahun 2013 telah mengembangkan instrumen AMI untuk lima standar di dalam SPMI UNPAR, yaitu dosen, kerja sama, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Sejak 2012 hingga saat ini, kegiatan audit bagi unit akademik telah dilakukan sebanyak tiga kali dan mencakup seluruh (17) standar SPMI UNPAR. Selain audit terhadap unit kerja akademik, LPM mengadakan audit pada tahun 2014 bagi unit kerja penunjang. AMI ini diikuti oleh delapan unit penunjang yang ada di UNPAR.

X