Bandung, 9 Juni 2025 – Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), menerima kunjungan studi banding dari tim Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Universitas Pelita Harapan (UPH). Kunjungan ini merupakan bagian dari inisiatif strategis UPH dalam memperkuat tata kelola penjaminan mutu serta memperluas pemahaman terkait mekanisme dan praktik terbaik dalam proses akreditasi internasional.
Delegasi UPH dipimpin langsung oleh Dr. Indriani Irsan, S.E., M.Si, selaku Ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu UPH. Beliau hadir bersama empat anggota tim lainnya, yaitu:
- Hendra Pranata Effendi, S.Kom., MBA, Manager of Accreditation, Certification and Quality Data Center
- Monika Novita Soeherlan, S.Si., Apt., M.M, Manager of Quality Assurance
- Laurenzia Luna, S.Sos., M.H, Planning and Development Manager
- Chrystle Feodore Manlee, S.Sos, Staff of International Accreditation and Certification
Kegiatan kunjungan diawali dengan sambutan dari tim LPM UNPAR dan dilanjutkan dengan sesi diskusi mendalam mengenai pengelolaan sistem penjaminan mutu internal serta strategi institusi dalam menghadapi proses akreditasi internasional. Topik yang menjadi sorotan dalam diskusi antara lain: pengembangan dokumen mutu, pengelolaan data akreditasi, serta persiapan institusional dalam memenuhi standar global.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kolaboratif, terbuka, dan konstruktif, di mana kedua belah pihak saling berbagi pengalaman dan pendekatan institusional dalam menjaga serta meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk apresiasi dan simbol kemitraan, kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata dari masing-masing institusi. UNPAR diwakili oleh Dr. Carles Sitompul, S.T., M.T., MIM., selaku Kepala Lembaga Penjaminan Mutu UNPAR. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta kunjungan.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antar perguruan tinggi serta mendorong terciptanya ekosistem penjaminan mutu yang semakin adaptif terhadap tuntutan globalisasi pendidikan.

